Sabar Bukan Pasrah Dengan Keadaan, Sabar Berarti Usaha Tanpa Henti

Orang sabar disayang Tuhan

Pepatah di atas tentu sudah familiar di telinga kita. Kalimat yang menjadi rangkaian kata motivasi “P3K” ketika ada musibah yang melanda. Mungkin sering kita dengar menjadi kalimat pertama yang kita dengar andai hidup tak berjalan sesuai rencana.

Manusia berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Lagi-lagi usaha yang telah dilakukan semua dikembalikan lagi kepada Tuhan. Namanya juga hidup, kalau semua rencana dan keinginan kita langsung dikabulkan, mau jadi apa dunia ini? Perlu lebih dari setetes keringat untuk mendapatkan keinginan di hati. Namun lagi-lagi, Tuhan yang menentukan. Andai tak berjalan sesuai rencana, kembali lagi ke quote di atas.

Sebenarnya seperti apa sabar itu? Banyak orang yang menyelenehkan pepatah dengan kalimat “Orang sabar pantatnya lebar”. Terdengar agak jayus tapi ya inilah sebuah guyonan untuk mengalihkan pikiran seseorang dari kesedihan. Berarti sabar identik dengan sedih ya? Tentu saja tidak. Mari kita kupas lebih dalam. Apa sebenarnya sabar itu, dan untuk apa ada kata ini.

 1. Sabar bukan berarti pasrah

pexels-photo

Sudah barang tentu sabar identik dengan pasrah. Orang-orang mengasumsikan sabar sebagai kata lain dari pasrah. Padahal kedua kata ini sangat berbeda seratus delapan puluh derajat.

Pasrah berarti berhenti berusaha. Menyerahkan semua yang telah kita lakukan begitu saja. Ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan, ada saja orang yang bilang “Sabar ya mas”, “sabar ya mba”. Kata-kata itu terdengar seperti sebuah kepasrahan untuk menenangkan. Membuat orang menjadi putus asa.

 2. Sabar itu usaha terus-menerus

pexels-photo

Arti asli dari sabar sebenarnya untuk membuat orang terus berusaha. Bukan malah sebaliknya, menghentikan segala daya upaya untuk mencapai apa yang diinginkan. Terdengar aneh bukan? Saat kamu gagal di kesempatan pertama, Tuhan menyuruhmu untuk bersabar. Bersabar karena masih ada kesempatan kedua yang bisa dimanfaatkan. Bukan bersabar sebagai satu bentuk kepasrahan.

 3. Sabar itu aktif, sabar bukan pasif

pexels-photo-179908

Pernah mendengar kata ikhlas? Ikhlas itu menerima sesuatu apa adanya. Kurang lebih ini arti yang sama dengan sabar pasif. Sabar yang pasif seperti ini sama saja dengan menyerah dengan kehidupan. Sama saja membiarkan diri disetir oleh keadaan. Keadaan dimana sebenarnya tidak diinginkan.

Sabar yang aktif yang harus dilakukan. Kalau keadaan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Harus diperjuangkan sampai apa yang kita inginkan menjadi kenyataan. Sabar aktif harus diterapkan dalam semua tempat. Dalam usaha, belajar, ketika menghadapi masalah, ketika menyelesaikan masalah, dan bahkan ketika beribadah dan terkena musibah.

 4. Kesabaran tidak terbatas

fashion-man-wristwatch-model

Yang namanya kalimat “Sabarku juga ada batasnya” itu suatu bullshit yang besar. Kenapa bisa begitu? Sabar sebenarnya tidak ada batasnya. Yang membuat batasan itu sebenarnya manusia itu sendiri. Ketika kalimat di atas sampai terlontar dari mulut, bukan berarti sabar ada batasnya, tapi orang itulah yang membatasi kesabarannya. Lama-lama hal seperti itu menjadi suatu kepasrahan. Pasrah karena tidak berdaya menahan amarah karena kesabaran. Sabar itu usaha terus-menerus. Kalau ada batasnya berarti usaha manusia itu kurang.

Membatasi kesabaran punya efek yang memang tidak baik. Membatasi kesabaran berarti membatasi usahanya untuk meraih sesuatu. Saat dihadapkan pada suatu masalah dimana masalah itu tergolong hebat, maka tidak akan ada jalan keluar baginya. Itu disebabkan karena dia sendiri telah pasrah dengan membatasi kesabarannya.

Iklan

7 pemikiran pada “Sabar Bukan Pasrah Dengan Keadaan, Sabar Berarti Usaha Tanpa Henti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s