Siapa Bilang Sendirian Ga Asik? Sendiri Itu Menyenangkan

Loneliness is dangerous. It’s addicting. Once you see how peaceful it is, you don’t wanna deal with people.

Sepenggal kalimat bijak di atas begitu populer di internet. Kalau diartikan dalam Bahasa Nasional kita Bahasa Indonesia akan menjadi “Kesendirian sangat berbahaya. Membuat Candu. Sekali kamu terjebak dalam kedamaiannya, kamu tidak akan mau berhubungan dengan orang lain.”. Kira-kira seperti itu artinya menurutku yang TOEFL nya range 400-500 ini.

Kata bijak yang aku kutip di atas tadi, seakan sangat bernada sarkasme. Bagaimana tidak, seakan memuji kesendirian itu sebagai sesuatu yang sangat indah karena menciptakan kedamaian, tapi diikuti kalimat yang merujuk bahwa mencari kedamaian sama dengan anti-sosial. Anti-sosial berarti tidak mau berhubungan dengan orang lain. Dan ini sangat bertentangan dengan sifat manusia sebagai makhluk sosial yang sangat membutuhkan manusia lain untuk dapat bertahan hidup.

Jaman sekarang kita hidup di jaman media sosial. Segala sesuatu bukanlah hal yang rahasia. Semua orang bebas berkicau, bebas eksis di dunia maya. Rekaman video kegiatan sehari-hari seseorang menjadi tontonan seru bagi orang lain. Status-status provokasi yang menyulut emosi juga turut berkontribusi. Suatu bukti bahwa tingkat sosialitas manusia masa kini semakin tanpa batas.

Di era media sosial, orang-orang penyendiri semakin tertinggal. Dianggap tidak eksis dan tidak ingin dikenal. Tapi tahukah kamu kalau menyendiri itu pilihan. Menyendiri bukan berarti dia anti-sosial. Bukan bermaksud tidak ingin berinteraksi dengan orang sekitar, tetapi mereka yang memilih untuk menyendiri telah merasakan nikmatnya menyendiri. Jadi seperti apa nikmatnya menyendiri? Ayuk kita galih satu per satu.

Orang yang Menikmati Kesendirian Bisa Makan di Restoran Sendirian

food-pizza-restaurant-eating

Adakah temanmu, kerabat, atau bahkan kamu sendiri tidak merasa nikmat makan di luar tanpa ditemani? Kalau iya, berarti kamu atau temanmu termasuk golongan orang yang khawatir bila sendirian. Kebanyakan 0rang yang tidak suka menyendiri rela dengan berat hati menahan keinginannya untuk jajan makanan favoritnya karena tidak ada yang menemani. Berbeda dengan orang yang enjoy saat sendirian. Tidak perlu khawatir tanpa adanya teman, mereka tetap dapat mengisi waktu makannya dengan makanan favoritnya.

Orang yang takut untuk menyendiri memilih melewatkan jam makannya bila tidak ada yang menemani. Bahkan untuk waktu yang lama sampai mereka menemukan teman untuk diajak makan. Bagi yang tidak suka menyendiri, tentu akan merepotkan bila keadaan tidak mendukung. Seperti sedang tidak ada teman, atau sedang dalam keadaan sendiri.

Orang yang Menikmati Kesendirian Sering Melakukan Introspeksi Diri

pexels-photo-28482

Tidak adanya lawan bicara sering membuat tipe orang yang satu ini mencari lawan bicara lain. Yap, tidak lain dan tidak bukan mereka berbicara pada hati mereka sendiri. Bukan gila kata yang cocok untuk itu, tapi introspeksi. Bukan seperti orang gila yang ngomong ngalor-ngidul dengan angan-angannya yang tak jelas, tapi mereka lebih sering memanfaatkan kesendirian itu untuk menggali lebih dalam tentang diri mereka.

Sebaik-baik seseorang adalah mereka yang bercermin pada diri mereka. Bercermin berarti berbicara dengan dirinya sendiri. Ketika seseorang tidak suka dengan kesendirian, berarti mereka sangat butuh orang lain bahkan untuk berbicara. Saat berbicara dengan orang lain, tentu pembicaraan tidak akan melulu soal diri kita. Hal ini membuat waktu untuk berintrospeksi dan bercermin tentang dirinya berkurang.

Orang yang Menikmati Kesendirian Tidak Terlalu Peduli Apa Kata Orang

pexels-photo-134991

Anjing Menggonggong Kafilah Tetap Berlalu. Peribahasa yang sangat cocok untuk seseorang yang optimis. Mereka tidak mempedulikan apa perkataan orang yang menjatuhkan. Hal yang seperti itu tidak penting bagi mereka. Perkataan yang membangunlah yang mereka cari. Mereka lebih memilih menyendiri daripada berdekatan dengan orang yang tidak ada manfaat baginya. Orang yang tidak ada manfaatnya ini bisa dibilang orang yang hanya memberikan komentar negatif tanpa ada maksud untuk memberikan kritik membangun.

Ke sisi seberang dimana orang yang tidak suka menyendiri berada. Golongan ini menuntut pengakuan dari orang lain. Baginya eksis adalah segalanya. Hidupnya tidak akan berarti kalau orang lain tidak mengakui keberadaannya. Akibatnya dia selalu mendengarkan kata orang lain. Terlalu khawatir dengan perkataan orang lain yang menjatuhkan. Tentu ini suatu sikap yang tidak akan membuat diri berkembang.

Menyendiri bukan berarti menjadi anti-sosial. Nikmatnya menyendiri itu lebih kepada menghindari omong kosong dari orang lain

Iklan

27 pemikiran pada “Siapa Bilang Sendirian Ga Asik? Sendiri Itu Menyenangkan

  1. Pernah pergi ke pantai sendiri.. turun dari kendaraan jalan sendiri ke bibir pantai.. maksud hati mau bermain air laut sendiri.. sambil lihat-lihat hewan laut di dasar pantai.. eh malah dikira mau bunuh diri, disamperin orang langsung ditarik tanganku.. sambil bilang ‘Mas jangan mas..’

    Jadi, mungkin sendiri juga perlu tapi tetap pada porsinya kali ya..

    Suka

  2. Betul, Mbak. Duh saya kok selalu berguman “ih bener” di tiap poin tulisan ini. Saya minggu kemarin abis solo traveling ke Solo. Dan memang asyik, bisa atur jadwal sendiri tanpa harus mikirin kawan seperjalanan setuju atau tidak. Enaknya jalan sendiri itu memaksa saya untuk berinteraksi dengan lingkungan, nggak terpaku sama partner seperjalanan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s