Fenomena Telolet : Fenomena Viral di Kancah Internasional yang Mengajarkan Kita 3 Hal

Pada awalnya melihat gerombolan anak di pinggir jalan dan mengarahkan kamera handphone ke jalan dianggap “ah sudah biasa, toh sekarang jaman dimana apa apa update”. Pikiran itu terlintas begitu saja ketika melihat anak kecil dengan wajah riang, penuh canda tawa. Mengingat juga saat ini menjadi jaman dimana privasi bukanlah barang pribadi. Jaman dimana sedikit-sedikit update. Semua orang merasa kegiatan di hidupnya perlu untuk dibagi ke masyarakat luas lewat bilang saja snapchat dan snapgram. Pikiran yang tentunya ditujukan sama ke anak kecil di pinggir jalan.

Bahkan sebelum fakta bahwa anak kecil ternyata menunggu suara klakson atraktif, sempat terlintas bahwa itu bukanlah update kegiatan sehari-hati, tapi memfoto bus-bus yang lewat. Masih teringat banyak hastag di instagram yaitu #busmania. Dimana berisi koleksi foto bus yang sangat indah bentuknya, modern desainnya, dan anggun tampilannya. Namun sekali lagi masih salah. Bukan itu tujuan dari anak kecil yang berbaris rapi di pinggir jalan yang menunggu kehadiran bus sembari mengarahkan kamera handphone ke jalan.

Beberapa waktu ini, trending topik twitter, dan bahkan di media sosial yang lain diramaikan dengan frase “OM TELOLET OM”. Suatu frase yang akrab digunakan oleh barisan anak kecil pinggir jalan untuk menagih supir bus yang lewat agar membunyikan klakson atraktif. Klakson bernada lebih tepatnya. Memang semua hal di Indonesia dapat menjadi viral. Andai ada keunikan tertentu yang diupload ke media sosial, langsung menjadi pembicaraan para netizen. Bagaimana tidak, jumlah penduduk di Indonesia sangat banyak. Dan hampir semua itu mempunyai media sosial masing-masing. Hasilnya frase itu dapat go internasional dengan mudah. Frase yang mungkin bagi kalian akan bertanya-tanya, pentingnya apa? Apa manfaatnya? Untuk apa klakson bus ditunggu? Dibalik semua kejadian, pasti ada hikmah yang bisa diambil. Termasuk fenomena telolet ini.

Untuk Menjadi Bahagia, Tidak Perlu Repot

children-887393_1280.jpg

Cukup turun ke pinggir jalan, arahkan handphone ke bus yang akan lewat, dan rekam. Sangat simpel, sangat sederhana, dan mudah untuk dilakukan. Let the bus do the job. Kira-kira seperti itu hobi yang sangat sederhana. Terlihat sangat sepele, tapi itulah anak-anak. Hanya membutuhkan hal simpel nan lucu untuk menjadi bahagia. Bandingkan dengan masyarakat modern sekarang yang hidupnya dihabiskan untuk bermain game agar bahagia.

Bahagia itu sederhana. Hanya orang-orang yang hidupnya menderita yang berkata kebahagiaan sulit didapat. Anak-anak penggemar telolet ini mengajarkan kita untuk mencari jalan kebahagiaan kita sendiri. Tidak perlu repot menjadi orang lain, cukup jadi diri sendiri dan lakukan apa yang kamu suka untuk dapat bahagia.

Fenomena Telolet Menunjukkan Kalau Anak-anak Lebih Bahagia Bermain Bersama Teman, Bukan di Rumah Seharian Menatap Smartphone

selfie-1822563_1280.jpg

Sudah jarang kita temui lagi anak-anak bermain di luar rumah. Jangankan bermain bola di waktu hujan sore hari, orang tua sekarang lebih senang memberikan anaknya smartphone daripada bermain bersama anaknya. Semua dikekang orang tua agar menjadi anak yang baik dan pendiam di rumah. Memberikan mereka segala sesuatu agar anaknya mau tinggal di rumah sementara mereka tinggalkan untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor.

Memang sangat riskan jika anak dibiarkan bermain di luar apalagi di pinggir jalan tanpa ada yang mendampingi. Tetapi kegiatan di luar semacam itu lebih baik ketimbang anak di rumah saja menatap smartphone atau tablet dan bermain game tidak jelas.

Kebahagiaan Itu Tidak Perlu Mahal

kids-143022_1280.jpg

Banyak kejadian di sinetron yang menunjukkan anak-anak yang kurang bahagia walaupun harta orang tuanya sangat banyak. Hal yang seperti itu tidak bisa dipungkiri juga terjadi di dunia nyata. Di dunia nyata banyak anak yang mendapatkan segalanya dari harta orang tuanya, tetapi justru tidak bahagia karena tidak mendapat kasih sayang dan waktu dari orang tuanya. Kebanyakan orang tua sibuk mengejar karir dan penghasilan sehingga waktu untuk keluarga menjadi berkurang.

Dengan melihat anak-anak pemburu telolet, bisa kita simpulkan kalau kebahagiaan itu murah. Hanya dengan menyalurkan hobi seperti itu, anak-anak bisa merasa puas dan gembira. Memberikan kita inspirasi untuk mencari kebahagiaan sendiri tanpa harus mengeluarkan pundi-pundi harta.

Bonus Untuk Kamu. Telolet Menunjukkan Bahwa Orang Indonesia Itu Kreatif

Tidak tahu kalau di luar negeri, tetapi sepertinya memang hanya ada di Indonesia dimana klakson bus mempunyai nada. Lagu anak-anak pun dimasukkan ke dalam playlist lagu khas klakson telolet. Inilah bukti bahwa orang Indonesia itu kreatif dan unik. Jaman sekarang, orang yang tidak kreatif akan tertelan perkembangan. Tidak ada salahnya menjadi orang kreatif. Untungnya menjadi kreatif bukan hanya untuk dirimu sendiri melainkan juga untuk orang lain. Jadilah pribadi kreatif dan kreasikan sesuatu yang unik agar hidup orang Indonesia menjadi lebih berwarna.

Iklan

8 pemikiran pada “Fenomena Telolet : Fenomena Viral di Kancah Internasional yang Mengajarkan Kita 3 Hal

  1. iya sekaarng anak2 gak bisa bersosialisasi, apa2 banyak gak bolehnya, bahkan main tanah saja gak boleh , apalagi hujan2an, padahal itu hal yang menyenangkan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s