Resolusi Tahun Baru : Jangan Cuma di Awal Tahun Saja

Memasuki Desember, musim hujan yang penuh dengan kegalauan. Galau akan masa depan, galau akan masa lalu, galau akan hubungan yang tanpa arah. Di bulan yang dibilang akhir tahun karena memang letaknya adalah yang terakhir dari 12 bulan ini menjadi sumber kegalauan tingkat tinggi. Mengingat resolusi yang dibuat awal tahun dan sampai berakhirnya tahun belum juga terlaksana dan entah kapan. Di tambah lagi dengan hujan setiap hari yang tentu akan berpengaruh dalam setiap pelaksanaan resolusi yang belum terpenuhi sampai saat ini.

Di media sosial khususnya akhir tahun, hampir semua orang menulis status tentang resolusinya untuk tahun depan. Dengan harapan eksis dan semua orang mengetahui apa yang dia inginkan di masa depan. Berharap orang akan membantunya mendapatkan tujuannya. Yang tentu saja itu percuma karena resolusi diri sendiri adalah dimulai dari diri sendiri. Atau mungkin menulis status sebagai reminder atas resolusinya itu. Siapa yang tahu selain yang menulis.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi, bagi kebanyakan orang, resolusi tahun baru hanya di awal tahun saja. Menggebu-gebu di awal tapi hilang bagaikan angin di akhir tahun. Dimana daftar resolusi yang akan dilakukan seakan membohongi diri sendiri kalau pernah membuat daftar panjang harapan di tahun depan. Hidup akan lebih terarah jika mempunyai tujuan. Bayangkan jika bus yang kita tumpangi tanpa tujuan, pasti akan berputar-putar tak jelas. Tetapi jika bus itu mempunyai destinasi yang dituju, walaupun perlahan tetap akan sampai. Memang sulit untuk stick pada tujuan awal. Banyak godaan yang akan mengganggu di tengah jalan. Untuk menjadi konsisten dan meraih resolusimu ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

 1. Realistis! Resolusi tahun baru yang tidak realistis hanya akan menjadi daftar yang tak berguna

pen-calendar-to-do-checklist.jpg

Menjadi realistis itu perlu. Sadar diri akan kemampuan mutlak menjadi syarat utama dalam menentukan target pencapaian. Termasuk resolusi tentunya. Tidak mungkin mencapai sesuatu yang bahkan di luar kemampuan kita. Target dan usaha maksimum yang bisa kita keluarkan sebaiknya seimbang. Sesuatu yang berlebihan tidaklah baik.

Realistis tidak hanya dalam menentukan resolusi atau tujuan, tapi juga memahami bahwa kita sebagai manusia tidak akan bisa 100% ketika ingin mencapai sebuah tujuan. Sudah menjadi tabiat manusia untuk lupa dan membuat kesalahan. Tidak apa selama masih dalam batas wajar. Tetapi berusaha untuk lebih baik, bukankah itu perlu?

 2. Pastikan yang kamu lakukan menjadi cerminan dari resolusimu.

pexels-photo-169605.jpeg

Apa yang lebih buruk dari munafik kepada diri sendiri? Jika kamu telah berkata ya, maka lakukanlah apa yang kamu katakan. Kamu ingin menjadi pribadi yang lebih sopan, maka lakukan hal yang sekiranya membuatmu menjadi lebih sopan. Ingin meraih prestasi yang lebih baik, maka belajar menjadi langkah wajib yang harus dilakukan. Apa yang kamu katakan di awal tahun anggaplah itu sebagai janji. Janji yang akan membuatmu melakukannya. Melanggar janji sama saja membohongi diri sendiri. Membohongi orang lain mungkin tidak akan merugikanmu, tapi membohongi diri sendiri?

Kembali ke poin pertama, realistis adalah kuncinya. Kamu tidak akan melakukan sesuatu jika kamu tidak tahu cara melakukannya. Kamu tidak akan membuat resolusi yang sulit untuk dicapai jika kamu tidak tahu cara mencapainya.

 3. Iming-imingi dirimu dengan sebuah hadiah jika kamu berhasil mencapai resolusimu

pexels-photo-220617.jpeg

Tetap termotivasi itu perlu. Motivasi membuat seseorang bersemangat dalam menginginkan sesuatu. Sama halnya ketika timbul keinginan untuk mencapai resolusi tahun baru. Dinamika semangat pasti ada naik dan ada turun. Ketika kita sedang bersemangat semua terasa lebih mudah. Berbeda ketika motivasi sedang turun, seperti kita sedang melawan seluruh dunia. Maka dari itu motivasi memang perlu.

Selain resolusi yang dijadikan sebagai motivasi, cobalah untuk memberikan sebuah hadiah sebagai apresiasi pada dirimu jika kamu telah berhasil mencapai resolusimu. Motivasi seperti ini akan menghindarkan kamu dari “aku sedang tidak termotivasi”, atau “hari ini aku tidak mood”. Kata-kata tadi akan hilang kalau kamu berorientasi pada tujuan dan hadiah yang akan kamu dapatkan.

Iklan

2 pemikiran pada “Resolusi Tahun Baru : Jangan Cuma di Awal Tahun Saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s