UU ITE Revisi : Menjadi Pribadi yang Lebih Hati-hati Dalam Menggunakan Media Sosial

Kekhawatiran pemerintah atas dampak negatif media sosial nampaknya telah mencapai puncaknya. Akhir-akhir ini isu yang menggemparkan seluruh jagat berita diawali dengan provokasi yang berasal dari dunia maya. Dunia dimana orang bebas menulis dan bebas menyatakan pendapat. Sayangnya kebebasan itu justru dimanfaatkan para oknum untuk memecah belah persatuan bangsa. Media sosial selain digunakan secara provokatif, juga digunakan untuk penyebaran fitnah yang membawa unsur SARA yang pasti akan menimbulkan kebencian dari pihak tertentu.

Setiap perubahan peraturan selalu bisa memberikan dampak bagi masyarakat luas. Bayangkan saja pemilihan presiden di negara barat yang adidaya bisa melambungkan nilai kurs mata uang. Begitu juga dengan UU ITE yang direvisi. Peraturan penggunaan media sosial yang diperketat akan berdampak pada banyak aspek. Negatif dan positif semua tergantung masyarakat yang menilai dan menjalankan peraturan itu. Adanya peraturan ini sudah pasti diharapkan masyarakat agar menjadi pribadi yang lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial. Tidak perlu takut kebebasan berpendapat akan dibatasi karena sesungguhnya ada manfaat yang bisa kita ambil dari UU ITE Revisi ini.

 1. Hidup lebih damai, sebab tidak ada lagi provokasi dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab

pexels-photo-75083.jpeg

Apa yang lebih baik selain hidup dalam kedamaian. Semua orang mendambakan dunia yang tenang dan damai. Tidak ada kericuhan dimana-mana. Apa yang akan terjadi jika kericuhan yang begitu besar, hanya disebabkan oknum yang memang bertujuan membuat hal itu? Tentu ini sebuah kerugian besar. Dengan adanya UU ITE Revisi ini, setiap provokasi di media akan diusut tuntas. Tidak ada celah bagi oknum untuk menyebarkan berita bohongnya.

Senangnya hati apabila melihat grup-grup dan timeline media sosial tanpa ada gambar-gambar kekerasan yang bertujuan memprovokasi. Suasana damai akan tercapai jika tidak ada orang-orang iseng yang menyebarkan kebencian. Lihat saja beberapa waktu terakhir, di facebook penyebar berita bohong, penyebar berita yang menyulut emosi dan kebencian pada kaum tertentu banyak sekali beredar. Membuat suasana menjadi prihatin.

 2. UU ITE yang lebih ketat melindungi kita dari pencemaran nama baik

hands-woman-laptop-notebook.jpg

Tidak hanya pejabat atau artis terkenal, kita juga bisa mendapatkan manfaat berupa perlindungan dari fitnah-fitnah yang kejam di dunia maya. Bayangkan saja jika kita mempunyai masalah di dunia nyata dengan seseorang, kemudian orang itu memilih bermain kotor. Bermain kotor disini dengan mencemarkan nama baik kita lewat fitnah-fitnah, atau mengupload gambar yang kurang pantas tentang kita.

Tidak hanya fitnah, pencemaran nama baik juga mencakup penghinaan ringan. Sebagai contoh adalah penggunaan kata-kata kotor layaknya binatang yang diumpamakan sebagai manusia. Penghinaan seperti ini juga banyak terjadi di medsos. Hal yang kurang pantas jika ditulis di media online seperti ini akan hilang jika UU ITE ini benar-benar dipatuhi.

 3. Privasi adalah barang berharga dan harus terus dijaga

pexels-photo.jpg

Adanya UU ITE membuat penggunaan media sosial yang lebih berhati-hati. Dampak positif dari hal ini salah satunya adalah tidak adanya blak-blakan soal privasi. Jika sebelumnya konten seperti vlog yang bersifat pribadi dan vulgar sering diupload dan menimbulkan perbincangan, maka dengan adanya UU ITE tidak akan ada lagi hal seperti itu. Konten yang seharusnya konsumsi pribadi dan tidak diumbar ke khalayak umum, tapi seakan menjadi tontonan yang menghibur dan mendapatkan jumlah view yang banyak di situs Youtube.

Sering ditemui kasus orang iseng yang menyebarkan koleksi video dan foto pribadi orang lain ke media online tanpa persetujuan yang bersangkutan. Kebanyakan kasus ini menimpa selebriti terkenal.  Privasi mereka seakan tidak ada harganya. Diumbar oleh orang tak bertanggung jawab dan bisa jadi berujung pada pemerasan. Mengancam akan menyebarkan jika permintaan tidak dituruti. Hal seperti ini termasuk kriminal dan harus segera ditanggulangi, salah satunya dengan UU ITE yang diperketat.

Adanya UU ITE diharapkan menjadi sebuah perlindungan bagi mereka korban bullying di media online. Namun ada saja yang berpikiran negatif terutama para penulis di media online. Karena secara tidak langsung opini mereka akan menjadi terbatas. Kebebasan menyatakan pendapat pun jadi pertanyaan. Apakah masih ada, atau sudah hilang. Tetapi jika kita memandang semua dari sisi positifnya, maka tidak akan timbul masalah. Dan dampak positif akan benar-benar kita rasakan.

Iklan

4 pemikiran pada “UU ITE Revisi : Menjadi Pribadi yang Lebih Hati-hati Dalam Menggunakan Media Sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s