Public Speaking? Tips Menjadi Seorang Speaker

Membahas public speaking berarti membahas tentang berbicara di depan orang banyak (untuk kemudian public speaking disingkat PS). PS bisa terjadi dalam acara-acara yang melibatkan banyak audience seperti kajian-kajian, seminar, kuliah umum, dakwah, dan acara publik lainnya. Setiap orang yang melakukan PS perlu lebih dari sekedar pengetahuan tentang tema yang akan dia bicarakan. Mental adalah kunci. Tetapi terkadang beberapa orang justru minder ketika dihadapkan pada PS.

Kenapa harus takut untuk berkata ya jika diminta untuk menjadi speaker yang bisa hanya datang sekali seumur hidup? Kesempatan yang bisa saja membuatmu berkarir dalam bidang PS, bidang yang bisa melatih cara menyampaikan ide dan gagasan di depan khalayak ramai apapun posisi dan kedudukanmu. Lalu apa saja yang diperlukan untuk menjadi sorang speaker. Ini dia jawabannya.

Memahami input dari public speaking

startup-photos.jpg

Input dari public speaking bisa dibilang adalah persiapan ketika sebelum naik panggung. Menguasai materi yang akan disampaikan adalah hal wajib. Tanpa menguasai materi, kamu hanya akan memberikan “kegelapan” bagi mereka para pendengar. Tapi kalau materi dikuasai dengan baik, segala pertanyaan yang diarahkan oleh mereka yang kurang mengerti, bisa kamu jelaskan dengan gamblang. Begitu juga dengan panggung dan suasana audience. Tentu ketika acara itu formal kamu akan menanganinya berbeda dengan acara yang non-formal.

Berbicara tentang persiapan ketika akan melakukan public speaking, ada dua hal yang harus dipersiapkan. Dirimu dan lingkunganmu. Persiapan diri tidak lain adalah persiapan fisik dan mental. Pastikan fisikmu cukup kuat seandainya ada kemungkinan kamu diharuskan berdiri berlama-lama. Begitu juga dengan mental karena audience yang berada di hadapanmu adalah banyak orang dengan kepribadian yang berbeda-beda. Persiapkan juga peralatanmu sendiri. Kebanyakan speaker sekarang menggunakan presentasi digital, alangkah baiknya kamu menggunakan laptopmu sendiri yang berisi presentasi di dalamnya.

Jalani prosesnya!

startup-photos (1).jpg

Ketika memulai bicaramu sebagai speaker di depan umum mulailah dengan hal yang mengikat perhatian. First impression sangat penting bagi seorang speaker yang handal. Kesan pertama akan menentukan bagaimana feedback dari para pemirsa. Mulailah dengan hal kecil seperti games, tebak-tebakan, jargon, atau hal yang dapat mengundang pemirsa untuk berpartisipasi secara aktif.

Berlakulah layaknya speaker handal. Suara adalah aset utamamu sebagai public speaker. Dengan suara yang lantang kamu akan mendapat perhatian lebih dari pemirsa. Segala bahasa tubuhmu juga akan membantumu untuk menyampaikan materi. Termasuk ekspresi wajah dan juga kontak mata.

Jangan lupa di akhir materi, tutup dengan penuh semangat, ceria, dan berikan rasa penasaran kepada pendengar. Rasa penasaran ini yang akan membuat mereka selalu ingin mendengar materi darimu. Terlebih lagi, rasa penasaran audience ini akan membuat sesi tanya jawab menjadi sangat interaktif karena banyaknya audience yang ingin melanjutkan pemaparan materi.

Tekankan outputnya!

startup-photo.jpg

Speaker yang baik adalah pembicara yang dapat memberikan pengaruh yang dia inginkan pada audiencenya setelah materi diberikan. Hasil adalah yang paling penting. Cek outcome dari materimu. Berikan juga kesimpulan dari apa yang kamu sampaikan. Dengan sebuah kesimpulan, pembaca akan mengerti secara keseluruhan apa sebenarnya yang ingin kamu sampaikan.

Jangan pernah meremehkan Feedback dari audience. Feedback bisa memberimu pandangan apakah materimu bisa sampai ke audience atau bahkan masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Feedback juga bisa menjadi bahan evaluasi untuk presentasi yang lebih baik di hari esok. Kamu bisa menemukan kelemahan yang bisa diperbaiki, dan bisa menemukan kelebihan yang akan menjadi senjata skill PS mu di hari depan.

Bonus hanya buat kamu! Trik agar berbicara lebih efektif

  • Be prepared (siap)
  • Be clear (jelas)
  • Be simple (mudah)
  • Be vivid (hidup)
  • Be natural (pembawaan asli)

Kemampuan berbicara itu dapat dilatih, bukan sebuah bakat. Perhatikan apa yang mereka tangkap, bukan dari apa yang kita sampaikan.

Credit to : Dewinta Heriza

“Suara yang bertenaga sangat penting dan dibutuhkan bagi sebuah presentasi agar pesan tersampaikan dan mampu menarik perhatian audiens” – Ernest Chen (Pakar Pembicara Publik Singapura)

Iklan

5 pemikiran pada “Public Speaking? Tips Menjadi Seorang Speaker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s