Provokasi Media? Hindari Dengan 4 Cara Ini

Akhir-akhir ini terjadi banyak kasus yang melibatkan masyarakat. Ini disebabkan mudahnya berita diakses oleh setiap segmen rakyat. Baik itu golongan bawah, menengah, dan atas. Mudahnya akses berita karena era sekarang teknologi telah jauh berkembang. Berita selain menyebar dari media cetak seperti koran, majalah, dan sebagainya, juga telah menyebar melalui media internet dan media sosial. Kemudahan seperti ini selain berdampak positif malah sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan berita yang menguntungkan pihak tertentu.

Media jaman sekarang tidak selalu menyebar berita apa adanya, sedikit bumbu agar berita dapat menarik emosi para pembacanya menjadi tuntutan. Bumbu ini yang berdampak buruk bagi pandangan masyarakat. Opini masyarakat tentang suatu kejadian akan ditentukan oleh cara suatu media dalam menyajikan berita. Lalu apakah ada cara agar tidak terprovokasi berita yang diberi bumbu ini? Jawabannya ada.

 1. Membaca berita secara penuh dan lengkap

man-hands-reading-boy.jpg

Jangan pernah membaca berita setengah-setengah. Bacalah berita yang ada secara lengkap dan detail. Menyimak berita setengah-setengah tidak akan memberi manfaat. Banyak kalimat dan kata yang tidak akan kamu cerna. Membaca dengan seksama membuat kamu akan mengerti apakah berita itu hoax, atau benar. Kamu juga bisa mengerti sebab terjadinya kejadian di berita itu. Misal ada berita tentang unjuk rasa oleh suatu golongan. Sebab mereka melakukan unjuk rasa itu bisa kamu pahami. Dan kamu akan terhindar dari penilain yang belum tentu benar.

 2. Kontrol diri dan lebih bijaksana

pexels-photo-122162.jpeg

Memang berita yang diterbitkan tidak akan terasa sedap jika tidak menarik minat pembacanya. Minat pembaca ini digali lewat emosi seseorang. Penulis berita pasti akan memberikan bumbu agar bacaan itu mengalir dalam emosi seseorang. Emosi ini memang berdampak positif bagi penulis karena berita akan dibaca banyak orang. Tetapi bagi pembaca, opini buruk bisa saja muncul. Opini buruk ini terjadi karena kurang kontrol diri dan tidak bijaksananya si pembaca dalam menentukan sikap. Lebih bijaksana dalam menanggapi suatu berita bisa membantumu terhindar dari provokasi.

 3. Selektif dalam memilih berita yang akan dibaca

pexels-photo-102720.jpeg

Ada berita yang harus dibaca, dan ada yang sebaiknya kamu lewati saja. Kebanyakan berita provokatif memakai unsur SARA pada judulnya untuk memancing emosi dan menarik kebencian. Parahnya lagi berita dengan judul yang bombastis ini sering dibagikan lewat media sosial yang hanya dengan sekali klik kita dapat membacanya. Hati-hati ketika menemukan judul berita yang provokatif adalah awal dari hidup yang lebih damai tanpa provokasi.

 4. Jangan hanya terpaku pada satu sumber berita

pexels-photo-113776.jpeg

Media yang menulis berita tidak hanya satu atau dua. Tapi ada puluhan bahkan ratusan. Kalau kamu sedang membaca berita dari internet atau media sosial dan berita itu mencurigakan apakah hoax, provokatif atau tidak, sebaiknya kamu mencari berita itu dari sumber yang lain. Tentu saja jika berita itu benar, kamu akan melihat berita yang sama di media yang lain. Dari kejadian, pelaku, sampai detailnya. Jika berita itu kamu curigai karena provokatif dan hoax, hindari saja atau laporkan pada pihak yang terkait.

Iklan

9 pemikiran pada “Provokasi Media? Hindari Dengan 4 Cara Ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s